Minggu, 23 April 2017

Transportasi di daerah Balik Papan



TRANSPORTASI YANG SERING DI GUNAKAN DI DAERAH KALIMANTAN KHUSUSNYA KOTA BALIKPAPAN

 Transportasi di Kalimantan
Transportasi di Kalimantan – Perkembangan pesat yang dialami Kalimantan beberapa tahun belakangan ini tentunya tidak lepas dari perekonomian di pulau tersebut. Sumber daya alam yang menjadi salah satu potensi terbesar pulau ini merubah wajah Kalimantan menjadi yang lebih maju dan modern.
Kini, dengan semakin tergerusnya sumber daya alam yang ada pemerintah kota di Kalimantan berusaha mencari dan membuat alternatif lain sebagai penggerak ekonomi. Dan tentu saja salah satunya adalah pariwisata. Kalimantan timur memiliki banyak potensi wisata yang harus digali dan dikembangkan. Selain itu, transportasi di Kalimantan juga perlu dikembangkan agar lebih mudah untuk pergi ke berbagai tempat termasuk juga objek-objek wisata yang ada.

Bandar udara di Kalimantan
Ada banyak bandar udara baik yang berstatus sebagai bandara internasional maupun bandara lokal yang ada di pulau Kalimantan. Bandara Sepinggan yang terletak di Balikpapan adalah bandara yang berada di Kalimantan Timur dan berstatus sebagai bandara internasional. Bandara ini melayani berbagai rute baik domestik maupun internasional seperti dari :
  • Sepinggan Ke Jakarta
  • Sepinggan Ke Surabaya,
  • Sepinggan Ke Sulawesi,
  • Sepinggan Ke Sumatera, dan juga
  • Sepinggan Ke Singapura.
Selain itu, di Kalimantan Selatan juga terdapat bandara internasional yang bernama bandara Syamsudin Noor. Bandara internasional Syamsudin Noor juga terkenal sebagai salah satu bandara yang banyak dipergunakan oleh wisatawan maupun oleh orang orang yang datang ke Kalimantan. Penerbangan dari Surabaya ke bandara Samsudin Noor adalah penerbangan paling singkat dan paling cepat. Hal tersebut karena lokasi Kalimantan Selatan yang dekat dengan pulau Jawa.
Sedangkan di Kalimantan Tengah Tjilik Riwut AiRport adalah salah satu bandara yang paling sering dipergunakan selain Iskandar AiRport.
Kalimantan Barat Bandara Internasional Supadio merupakan jalur keluar masuk yang paling sering dipergunakan. Sedangkan untuk bandar udara yang ada di Kalimantan Utara, Juata International AiRport dan Kalimarau AiRport adalah dua bandara yang tetap aktif hingga saat ini. Selain bandara internasional di atas, terdapat juga beberapa bandara lokal di antaranya adalah Gusti Syamsir Alam AiRport, Seminung AiRpot, Tanjung Warukin AiRport, dll.

Penerbangan Lokal
Pulau Kalimantan terkenal sebagai salah satu pulau terluas di Indonesia dan tentu saja perjalanan yang kita lakukan ini bisa memakan waktu berhari hari. Oleh sebab itu untuk memudahkan perjalanan, di Kalimantan juga tersedia beberapa bandar udara atau aiRport yang berstatus sebagai bandara lokal. Bandar udara tersebut biasanya melayani penerbangan dalam skala kecil dan pesawat pesawat kecil. Misalnya jenis fokker.
Pada umumnya jika anda berniat untuk pergi ke Kalimantan utara misalnya ke Berau atau Tarakan, anda terlebih dahulu harus transit di bandar udara Sepinggan. Baru kemudian anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Kalimantan Utara dengan menggunakan pesawat fokker.

Bus Antar Provinsi
Untuk menghubungkan provinsi provinsi yang ada di pulau Kalimantan, tersedia juga bus antar propinsi yang bisa dimanfaatkan bagi anda yang menginginkan sebuah perjalanan dengan tarif murah. Beberapa bus yang melayani perjalanan antar propinsi sangat banyak mulai dari Titian Mas, Glora, dll. Perjalanan yang paling banyak menggunakan bus antar kota antar propinsi biasanya dari Kalimantan Selatan menuju Balikpapan, Kalimantan Timur, atau sebaliknya dan juga dari Kalimantan Timur menuju beberapa daerah di Berau, Tarakan, Kalimantan Tengah, dll.

Angkutan umum di kota
Untuk transportasi di kota, tersedia beberapa angkutan mulai dari taxi hingga angkot.
Di Kalimantan Timur transportasi cukup lancar mulai dari Balikpapan yang memiliki banyak angkot dan berpusat di terminal Batu Ampar. Angkutan umum di Balikpapan melayani banyak rute mulai dari bandara, pelabuhan, hingga ke berbagai pelosok di Balikpapan.
Sedangkan di samarinda, hampir mirip dengan Balikpapan ada banyak angkot yang bisa anda manfaatkan untuk pergi ke berbagai tempat. Selain itu tersedia juga moda transportasi taksi yang bertarif standar yaitu Rp 6.000 per 0 km dan selanjutnya akan dihitung Rp 3.600 per kilometer.
Sedangkan di kota Kalimantan barat, transportasi di kota terpusat di terminal batu layang yang merupakan terminal utama di kota Pontianak. Untuk Kalimantan Tengah, terminal Putih Rumbih menjadi satu dari beberapa terminal yang paling aktif dan bisa anda manfaatkan untuk pergi ke berbagai tempat.

Transportasi air
Selain transportasi darat di Kalimantan juga banyak dikenal transportasi air karena Kalimantan memang memiliki banyak sungai dan juga selat. Transportasi seperti kapal feri, kapal klotok, serta speedboat, dll juga banyak digunakan. Penyeberangan dari pelabuhan Penajam ke Balikpapan misalnya memanfaatkan ferry, klotok, dan juga speedboat. Sedangkan jika anda ingin menjangkau tempat tempat yang berada di pedalaman, biasanya model transportasi ketinting, jukung dan juga kelotok banyak dimanfaatkan.
 
Sumber : http://www.getborneo.com/transportasi-di-kalimantan/

pengertian moda transportasi kelebihan dan kekurangannya



Pengertian Moda Transportasi  Kelebihan dan Kekurangannya

Moda transportasi merupakan istilah yang digunakan untuk menyatakan alat angkut yang digunakan untuk berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain. Moda yang biasanya digunakan dalam transportasi dapat dikelompokkan atas moda yang berjalan di darat, berlayar di perairan laut dan pedalaman, serta moda yang terbang di udara. Moda yang di darat juga masih bisa dikelompokkan atas moda jalan, moda kereta api dan moda pipa.
Indonesia sebagai negara kepulauan yang tersebar dengan 17 ribuan pulau hanya bisa terhubungkan dengan baik dengan sistem transportasi multi moda, tidak ada satu modapun yang bisa berdiri sendiri, melainkan saling mengisi. Masing-masing moda mempunyai keunggulan dibidangnya masing-masing. Pemerintah berfungsi untuk mengembangkan keseluruh moda tersebut dalam rangka menciptakan sistem transportasi yang efisien, efektif dan dapat digunakan secara aman dapat menempuh perjalanan dengan cepat dan lancar.
Jaringan transportasi dapat dibentuk oleh moda transportasi yang terlibat yang saling berhubungan yang rangkai dalam Sistem Transportasi Nasional (Sistranas). Masing-masing moda transportasi memiliki karakteristik teknis yang berbeda dan pemanfaatannya disesuaikan dengan kondisi geografis daerah layanan.
Sistem Transportasi Nasional (Sistranas) adalah tatanan transportasi yang terorganisasi secara kesisteman terdiri dari transportasi jalan, transportasi kereta api, transportasi sungai, danau, dan penyeberangan, transportasi laut serta transportasi pipa, yang masing-masing terdiri dari sarana dan prasarana, kecuali pipa, yang saling berinteraksi dengan dukungan perangkat lunak dan perangkat pikir membentuk suatu sistem pelayanan jasa transportasi yang efektif dan efisien, berfungsi melayani perpindahan orang dan atau barang, yang terus berkembang secara dinamis.

Moda darat

Jalan
Merupakan moda yang sangat kental dalam kehidupan kita sehari-hari memenuhi kebutuhan transportasi. Moda jalan mempunyai fleksibilitas yang tinggi sepanjang didukung dengan jaringan infrastruktur.

Kereta api
Merupakan moda yang digunakan pada koridor dengan jumlah permintaan yang tinggi, dimana alat angkut kereta api yang berjalan diatas rel. Moda kereta api tidak se fleksibel seperti moda jalan namun hanya dapat digunakan bila didukung oleh jaringan infrastruktur rel kereta api.

Angkutan Pipa
Merupakan moda yang umumnya digunakan untuk bahan berbentuk cair atau pun gas, pipa digelar diatas tanah, ditanam pada kedalaman tertentu di tanah atau pun digelar melalui dasar laut.

Angkutan Gantung
merupakan moda yang biasanya dipakai untuk keperluan khusus. Misalnya wisata dan bukan untuk keperluan sehari-hari.

Moda Laut
Karena sifat fisik air yang menyangkut daya apung dan gesekan yang terbatas, maka pelayaran merupakan moda angkutan yang paling efektip untuk angkutan barang jarak jauh barang dalam jumlah yang besar. Pelayaran dapat berupa pelayaran paniai, pelayaran antar pulau, pelayaran samudra ataupun pelayaran pedalaman melalui sungai atau pelayaran di danau. Didalam pelayaran biaya terminal dan perawatan alur merupakan komponen biaya paling tinggi, sedangkan biaya pelayarannya rendah. Ukuran kapal cenderung semakin besar pada koridor-koridor pelayaran utama, dimana pada tahun 1960an ukuran kapal yang paling besar mencapai 100.000 dwt tetapi sekarang sudah mulai digunakan kapal tangker MV Knock Nevis[1]650 ribu ton dengan panjang 458 meter, draft 24,6 meter.

Moda Udara
Moda transportasi udara mempunyai karakteristik kecepatan yang tinggi dan dapat melakukan penetrasi sampai keseluruh wilayah yang tidak bisa dijangkau oleh moda transportasi lain. Di Papua ada beberapa kota yang berada di pedalaman yang hanya dapat dihubungkan dengan angkutan udara, sehingga papua merupakan pulau dengan lebih dari 400 buah bandara/landasan pesawat/air strip[2] dengan panjang landasan antara 800 sampai 900 meter. Perkembangan industri angkutan udara nasional, Indonesia sangat dipengaruhi oleh kondisi geografis wilayah yang ada sebagai suatu negara kepulauan. Oleh karena itu, Angkutan udara mempunyai peranan penting dalam memperkokoh kehidupan berpolitik, pengembangan ekonomi, sosial budaya dan keamanan & pertahanan.
Kegiatan transportasi udara terdiri atas : angkutan udara niaga yaitu angkutan udara untuk umum dengan menarik bayaran, dan angkutan udara bukan niaga yaitu kegiatan angkutan udara untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan kegiatan pokoknya bukan di bidang angkutan udara. Sebagai tulang punggung transportasi adalah angkutan udara niaga berjadwal, sebagai penunjang adalah angkutan niaga tidak berjadwal, sedang pelengkap adalah angkutan udara bukan niaga.


Kelebihan – Kelebihan dan Kekurangan dari Tiap Moda Transportasi
Banyaknya moda transportasi dalam kehidupan kita, menjadikan kita lebih leluasa dalam memilih moda transportasi yang kita gunakan. Namun, supaya lebih mudah dan tepat dalam memilihnya kita juga harus mengetahui akan kelebihan dan kekurangan dari tiap moda transportasi itu. Adapun kelebihan dan kekurangannya antara lain :
1. Transportasi Darat

Transportasi darat merupakan moda transportasi yang paling sering kita jumpai sehari-hari, tinggal keluar rumah sajapun sudah dapat ditemui. Itu merupakan salah satu dari sekian banyak keunggulan moda transportasi tipe ini.



Kelebihan :
a.  Fleksibel dalam hal pelayanan karena sangat mungkin untuk mengubah  tujuan/haluan
b. Pencapaian secara langsung ke tempat tujuan
c. Kecepatan tinggi
d. Rentangannya luas dalam hal pengangkutan barang, dapat menangani ukuran barang yang
    besar
e. Memungkinkan untuk mengubah tujuan di tengah perjalanan  (Mempersingkat waktu
    tempuh antara rumah dan tempat bekerja)
f. Membantu dalam menyediakan berbagai fasilitas dan kemudahan
g.Pelayanan untuk perorangan maupun kelompok
h.Pertukaran dan penyampaian informasi
i.Memenuhi kebutuhannya akan pangan, sandang
j.Mengakibatkan pelayanan kepada masyarakat dapat dikembangkan atau diperluas

Kekurangan :
a. Perlu pemeliharaan yang terus menerus
b. Dapat menjadi sangat lambat
c. Sering terjadi penundaan
d. Menyebabkan polusi, kemacetan,kecelakaan dan kebisingan
      


2. Transportasi Laut

Moda transportasi ini merupakan moda transportasi yang digunakan oleh nenek moyang kita (Nenek moyangku seorang pelaut). Moda transportasi ini jugalah yang mengantarkan para manusia purba mengarungi samudera untuk mencari daerah baru yang lebih subur.

Kelebihan :
a. Murah
b. Jaringan alamiah
c. Dapat menggunakan jalur mana saja
d. Servis yang fleksibel
e. Kanal memacu tumbuhnya industri
f. Polusi rendah

Kekurangan :
a. Tidak cocok untuk barang-barang yang mudah rusak/membusuk
b. Tidak cocok untuk jarak dekat
c. Kanal perlu biaya mahal untuk  pembangunanya
d. Route tidak fleksibel

3. Transportasi udara

Sekilas dalam pikiran, moda transportasi ini paling nyaman, cepat tapi mahal.
Kelebihan :
a. Sistem cepat dan efisien
b. Cocok untuk barang-barang yang sangat penting, mudah membusuk, dan mahal
c. Dapat mencapai area yang sulit dijangkau
d. Memungkinkan gerakan yang bebas ke mana saja

Kekurangan :
a. Mahal
b. Sangat tergantung pada cuaca dan mudah terganggu oleh partikel-partikel yang
    tersuspensi di udara
c. Pemeliharaan bandara mahal
d. Pesawat ukuran besar tidak dapat di bandara yang kecil
e. Untuk daerah yang tidak ada bandaranya tidak dapat disinggahi
f. Suara keras dan polusi tinggi

 

Stady Kasus Menentukan Rute Terpendek



Stady Kasus Tentang Jaringan Jalan Untuk Menentukan Rute Terpendek

PENDAHULUAN
Kota Balik papan merupakan salah satu kota yang berada di Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki peningkatan perkembangan pembangunan yang sangat pesat. Salah satunya adalah pembangunan pusat kesehatan antara lain rumah sakit dan puskesmas. Peran dari pusat kesehatan tersebut tidak kalah penting fungsinya seperti bangunan,bangunan penting lainnya yang ada di Kota Balikpapan. Keberadaan pusat kesehatan sangat penting karena dapat membantu mengobati
dan merawat orang yang sakit serta memberikan pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) selama 24 jam bagi masyarakat yang mengalami kecelakaan atau perawatan yang harus segera ditolong.Bagi warga Kota Balikpapan, khususnya warga pendatang masih ada yang belum mengetahui dimana saja letak pusat kesehatan dan harus melewati jalur mana yang lebih dekat dari tempat mereka berada. Pada saat mereka mengalami keadaan yang sangat genting, misalnya saja salah satu keluarga mereka mengalami kecelakaan, sementara mereka baru beberapa hari
berada di Kota Balikpapan, maka mereka kesulitan dalam menentukan harusdibawa ke mana dan melewati jalur mana yang lebih dekat dari tempat kejadian, agar orang tersebut segera mendapatkan pertolongan medis untuk memperkecil resiko yang
tidak diinginkan.Oleh karena itu diperlukan adanya sistem Penentuan RuteTerpendek menggunakan Metode Dijkstra berbasis WebGIS. Dimana sistem
informasi berbasis WebGISini,dapat diakses di semua tempat dan waktu serta bisa dilakukan oleh siapa saja. Dikemas dalam bentuk sistem informasi yang gratis dan legal, dan dapat digunakan dengan mudah. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut,
“Bagaimana Membangun Aplikasi Penentuan Rute Terpendek menggunakan Metode Dijkstra Berbasis WebGIS ”.Batasan Masalah Pada penelitian ini pembahasan masalah
dibatasi pada :
1.Daerah yang menjadi objek penelitian adalah Kota Balikpapan.
2.Data spasial yang digunakan adalah lokasi Rumah Sakit dan Puskesmas, serta Data Jalan.
3.Input data berupa titik pusat kesehatan (Rumah Sakit/Puskesmas) sebagai titik nol (awal) dan titik tujuan.
4.Output yang dihasilkan berupa peta, rute yang dilalui, jarak tempuh dan transportasi yang digunakan antara tempat pemakai system menuju pusat kesehatan yang terdekat.

Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.Dapat mempermudah masyarakat dalam mencari informasi dan letak bangunan Rumah Sakit dan Puskesmas yang terdapat di Kota Balikpapan.
2.Terciptanya aplikasi Penentuan Rute Terpendek menggunakan Metode Dijkstra
untuk membantu memberikan informasi dalam
bentuk peta yang berbasis web (WebGIS).
3.Waktu yang digunakan oleh pengguna sistem (user) untuk mencari pusat kesehatan menjadi lebih singkat dan rute menjadi lebih dekat.
TINJAUAN PUSTAKA
Algoritma Dijkstra Algoritma Dijkstra (sesuai dengan nama penemunya, Edsger W. Dijkstra) merupakan sebuah algoritma yang diterapkan untuk menentukan lintasan terpendek dalam sejumlah langkah pada graf berarah maupun graf takberarah. Algoritma tersebut menggunakan prinsip greedy, yakni pada setiap langkah dipilih sisi yang berbobot minimum dan dimasukkan ke dalam himpunan solusi. Berikut
salah satu versi Algoritma Dijkstra [10]:
1.    Misalkan sebuah graf berbobot dengan n buah simpul dinyatakan dengan matriks ketetanggaan
M = [mij] yangdalam hal ini,
mij = bobot sisi (i, j)
(pada graf takberarah mij = mji)
mii = 0
mij = ∞, jika tidak ada sisi dari simpul i ke simpul j
2.    Selain matriks M, digunakan pula
S = [si] yang dalam hal ini,
si = 1, jika simpul i termasuk ke dalam lintasan terpendek
si = 0, jika simpul i tidak termasuk ke dalam lintasan terpendek
3.    Dan tabel D = [di] yang dalam hal ini,
di = panjang lintasan dari simpul awal s ke simpul i

Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis merupakan suatu sistem informasi yang berbasis komputer, dirancang untuk bekerja dengan menggunakan data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Sistem ini meng-capture, mengecek, mengintegrasikan,memanipulasi, menganalisa, dan menampilkan data yang secara spasial mereferensikan kepada kondisi bumi.SIG adalah suatu sistem berbasis komputer yang memiliki kemampuan dalam menangani data bereferensi geografi yaitu pemasukan data, manajemen data (penyimpanan dan pemanggilan kembali), manipulasi dan analisis data, serta keluaran sebagai hasil akhir (output). Hasil akhir
(output) dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan pada masalah yang berhubungan dengan geografi.SIG sebagai sistem berbasis komputer yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, mengelola, menganalisis dan mengaktifkan kembali data yang mempunyai referensi keruangan untuk berbagai tujuan yang berkaitan dengan pemetaan dan perencanaan.MapServer MapServer adalah program CGI (CGI : Common Gateway Interface) yang terpasang dan
berjalan tapi tidak aktif dalam server (aktif hanya saat dipanggil). Saat
request/permintaan dikirimkan kemapserver, maka akan digunakan informasi yang
dikirimkan lewat URL dan mapfile untuk membuat (generate) peta yang diinginkan. Permintaan ini bisa juga termasuk permintaan untuk membuat legenda, peta referensi, batang skala, dan variabel lain yang dikirimkan ke CGI.Program CGI akan dieksekusi di webserver dan berdasarkan beberapa parameter tertentu (khususnya konfigurasi dalam bentuk file *.MAP) maka akan menghasilkan data yang kemudian dikirim ke web browser, baik dalam bentuk gambar peta maupun bentuk lain.

QuantumGIS
QuantumGIS (QGIS) adalah aplikasi SIG gratis yang mencakup pemetaan, analisis spasial, dan beberapa fitur DesktopGIS lainnya. Aplikasi ini sama dengan paket aplikasi GIS komersial, namun aplikasi ini didistribusikan secara gratis dibawah
lisensi GNU. QuantumGIS mendukung format data vektor, raster, dan database (PostGIS dan Oracle). QuantumGIS juga dapat diprogram ulang untuk mengerjakan tuga yang lebih spesifik. Aplikasi ini juga merupakan suatu aplikasi multi-platform yang dapat dijalankanpada sistem operasi yang berbeda-beda termasuk MacOS X, Linux, Unix dan Windows.HASIL DAN PEMBAHASAN.

Digitasi Peta Pada QuantumGIS
Peta Kota Balikpapan yang telah diperoleh sebelumnya akan digunakan untuk proses digitasi.Teknik digitasipeta pada prinsipnya adalah pembuatan peta melalui proses komputer. Penyimpanan filedi komputer dari hasil digitasi peta tersebut dikelompokkan berdasarkan layeryang sesuai dengan tipenya masing-masing. Dalam proses digitasi peta Kota Balikpapan ini digunakan 3 jenis layer, yaitu tipe
polygon (ruang), tipe point(titik), dan tipe line (garis). Pada setiap proses digitasi, ditambahkan sejumlah atribut sesuai kebutuhan masing-masing objek, yang nantinya akan ditampilkan sebagai suatu informasi pada objek tersebut. Berikut tampilan hasil akhir proses digitasi peta Kota Balikpapan:

Hasil DigitasiPeta Kota Balikpapan
Menggunakan QuantumGIS Setelah peta selesai di digitasi, dilanjutkan dengan mengexport peta kedalam bentuk file *.MAP agar dapat ditampilkan dalam web.
Kemudian membuat database pada PgAdmin III dengan nama Balikpapan, yang isi tabelnya diperoleh dari hasil import database pada QuantumGIS.Rancangan Sistem
Berikut adalah rancangan system yang dibangun menggunakan empat jenis pemodelan UML beserta dengan penjelasannya, antara lain :

Use Case
Diagram WebGIS Penentuan Rute Terpendek Menuju Pusat Kesehatan
Sebuah Use Case menggambarkan interaksi antara aktor dengan sistem dan fungsionalitas dari aplikasi Penentuan Rute Terpendek Menuju Pusat Kesehatan Menggunakan Metode Dijkstra Berbasis WebGIS. Diagram tersebut terdiri dari satu aktor dan sembilan Use Case. Dimana antara Use Case satu dengan lainnya
saling berkaitan jika kondisi tertentu terpenuhi.

Activity
Diagram WebGIS Penentuan Rute Terpendek Menuju Pusat Kesehatan Activity Diagrammenggambarkan berbagai alur aktivitas secara umum dalam sistem yang
sedang dirancang, bagaimana masing-masing alur berawal, decision yang mungkin terjadi dan bagaimana berakhir. Pada diagram tersebut alur berawal dari guest yang membuka sistem Penentuan Rute Terpendek Menuju Pusat Kesehatan Kota Balikpapan, lalu memilih Menu

Peta Balikpapan dan melakukan pencarian dengan memilih titik awal dan titik tujuan, kemudian sistem akan melakukan proses perbandingan kemungkinan
rute yang terpendek. Alur berakhir dengan pengguna mendapatkan informasi mengenai Rumah Sakit atau Puskesmas yang dituju, Rute Terpendek, Jarak Tempu
h, Nama Jalan, dan Transportasinya.

Sequence
Diagram
WebGIS Penentuan Rute Terpendek Menuju Pusat Kesehatan Sequence Diagram
menggambarkan interaksi antar objek didalam sistem. Dimana pada diagram tersebut menggambarkan langkah-langkah yang dilakukan dalam sistem yang terdiri dari satu aktor, enam participant dengan lifelinenya dan 10 message.

Class
Diagram
Penentuan Rute Terpendek Menuju Pusat Kesehatan Class Diagram menggambarkan hubungan struktur dan deskripsi class, package beserta objek
antar tabel yang terdapat pada sistem. Dimana terdapat tujuh tabel yakni tabel peta_balikpapan, jalanutama, jalanlain,pusatkesehatan, transport, hubungan, dan simpangan yang saling berhubungan antar satu sama lain.Implementasi Sistem
Implementasi sistem meliputi lingkungan implementasi serta implementasi program.
Lingkungan Implementasi Merupakan lingkup dimana tempat penyimpanan file-file
yang digunakan dan saling berhubungan untuk mendukung pengembangan
aplikasi. Yakni dengan membuat folder-folder yang digunakan untuk menampung aplikasi yang telah dibuat. Folder yang dipakai untuk menyimpan aplikasi adalah folder latihan yang berada pada “File System:\var\www\”. Folderlatihan terdiri dari subfolder data, etc, map, dan mapscript. Subfolder “data”memiliki subfolder lagi, yakni subfolder shp berfungsi untuk menyimpan data simbol peta dalam format (*.shp) yang digunakan dalam sistem. Subfolder “etc” digunakan untuk menyimpan gambar-gambar yang berfungsi sebagai simbol pada legenda yang melambangkan kelurahan,jalanutama, jalanlain, pusatkesehatan, dan informasi lainnya yang diperlukan. Subfolder “map” berisi file PETA_BPP.map yang digunakan untuk menghubungkan antara file yang berekstensi .shp dan database PostgreSQL dengan mapscript. Dan Subfolder “mapscript” berisi file-file untuk mengelola WebGIS pencarian rute terpendek menuju pusat kesehatan Kota Balikpapan.

Tampilan Halaman Peta
Prosedur Algoritma Dijkstra
Seperti dijelaskan pada bab sebelumnya, algoritma dijkstra adalah algoritma menentukan lintasan terpendek dalam sejumlah langkah pada
graf berarah maupun graf tak-berarah yang pada setiap langkah dipilih sisi yang berbobot minimum dan dimasukkan ke dalam himpunan solusi. Pada sistem ini prosedur algoritma dijkstra yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1.Ditentukan titik awal (startnode) dan titik tujuan (bestnode) untuk mencari rute terpendek. Kemudian dilakukan percobaan sebanyak mungkin hingga didapatkan rute terpendek
2.Dilakukan update titik (rute) terbaru dan sebelumnya hingga kemungkinan maximal percobaan ditemukan.Pada bagian ini perhitungan dijkstra dilakukan, yakni dengan menambahkan setiap jarak yang dilalui oleh tiap-tiap titik sehingga didapat kan hasil jarak yang ditempuh kemudian dibandingkan dengan hasil percobaan sampai ditemukan jarak yang terpendek.
3.Jika maximal percobaan telah mendapatkan hasil akhir rute terpendek maka
bestnode (rute terpendek) akan ditampilkan sebagai hasil pencarian.Pengujian Sistem Pengujian pertama diambil pencarian secara manual yakni dari titik awal,
Puskesmas Baru Ulu menuju RSU Kanudjoso, terdapat beberapa jalan
alternatif seperti berikut :
1.5-4-6-7-41-1-42-52-53-55-56-57-58-21-18 dengan jarak 7455m
2.5-4-6-7-41-1-20-19-9-10-11-13-18 dengan jarak 11765m
3.5-4-6-7-41-1-42-43-44-52-53-55-56-57-58-21-18 dengan jarak 9855m
4.5-4-6-7-41-1-42-43-44-45-56-57-58-21-18 dengan jarak 7475m
Maka Jalur terpendeknya adalah
a 5-4-6-7-41-1-42-52-53-55-56-57-58-21-18 dengan jarak7455m
Untuk pencarian menggunakan sistem adalah
sebagai berikut :
Hasil Pencarian Dari Puskesmas Baru Ulu Menuju RSU Balikpapan Hasil dari perbandingan pencarian rute terpendek secara manual dan menggunakan sistem
Dimana rute dari titik awal Puskesmas Baru Ulu menuju titik tujuanRSU Balikpapan adalah 5-4-6-7-41-1-42-52-53-55-56-57-58-21-18dengan jarak tempuh 7455 meter. Pada sistem ini juga ditampilkan jalan yang dilalui dan angkutan umum yang dapat digunakan menuju pusat kesehatan yang telah dipilih.

KESIMPULAN
Berdasarkan dari hasil pengujian sistem, dapat disimpulkan bahwa :
1.Sistem dapat mencari jalur terpendek yang dapat mempermudah masyarakat dalam mencari informasi dan letak pusat kesehatan yang terdapat di Kota Balikpapan.
2.Dengan adanya WebGIS penentuan rute terpendek menuju pusat kesehatan Kota Balikpapan menggunakan metode dijkstra ini, dapat membantu memberikan informasi dalam bentuk peta.
3.Waktu yang digunakan oleh pengguna sistem untuk mencari pusat kesehatan lebih singkat dan rute menjadi lebih dekat.